Inspirasi 
Hemingway dan Pesan Pencapaian Keabadian: Salju di Puncak Kilimanjaro
(0)Oleh: Azis Subekti Dalam dunia Ernest Hemingway, keabadian bukanlah soal hidup selamanya, melainkan tentang meninggalkan jejak yang jujur sebelum ajal menutup pintu. Ia tidak mempercayai kemegahan kata-kata, tetapi percaya pada ketepatan. Ia tidak memuja usia panjang, tetapi keberanian untuk hidup tanpa berkhianat pada diri sendiri. Semua itu mengeras dalam kisah pendeknya, Salju di Puncak Kilimanjaro—sebuah… Read More ›
Kenapa Ferguson Sulit Terkejar dan Mengapa Jalan Itu Kita Kenali
Ada kepemimpinan yang gemerlap karena hasil. Ada pula yang berjejak panjang karena kesetiaan pada proses. Di antara keduanya, sejarah selalu memilih yang kedua untuk bertahan lebih lama. Itulah sebabnya kisah Sir Alex Ferguson terasa akrab ketika kita menengok perjalanan tokoh lain di medan berbeda—seperti Prabowo Subianto. Ferguson sulit terkejar bukan karena ia selalu menang, melainkan… Read More ›
Tawa, Niat dan Zaman yang Mudah Tersinggung
Oleh: Azis Subekti * Ada ironi yang selalu bersembunyi di balik tawa. Ia terdengar ringan, tetapi sering membawa beban yang tidak kecil. Dari sanalah perbincangan tentang mens rea—niat di balik ucapan—dalam konteks Pandji Pragiwaksono bermula. Bukan semata soal apa yang diucapkan, melainkan bagaimana kata-kata itu dipahami di zaman yang serba cepat menilai. Pandji dikenal sebagai… Read More ›
Ketika Akhlak Menjadi Jalan Sejarah
Oleh: Azis Subekti * Dakwah Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah dimulai dari teriakan kemenangan. Ia lahir dari keheningan—seorang manusia yang memilih jujur di tengah kebiasaan dusta, memilih sabar di tengah kemarahan, dan memilih konsistensi nilai di tengah godaan jalan pintas. Sejarah besar itu justru tumbuh dari langkah-langkah kecil yang setia pada akhlak. Di Makkah, dakwah… Read More ›
17 Tahun Gerindra: Meresapi Konsistensi dan Keteladanan Pak Prabowo
Memoar: Azis Subekti Pesan mulia kepemimpinan sejak jaman kenabian, diikuti para pemimpin hebat yang mendapatkan petunjuk Tuhan selalu sama: hal yang sederhana, mudah diucapkan tetapi sulit untuk dilaksanakan: “Membela kebenaran, menegakkan keadilan, berpihak pada yang lemah dan terpinggirkan dan mewujudkan kesejahteraan bagi orang banyak” Itu hal yang selalu saya ingat dan awal mula saya pahami… Read More ›
Dari Orang Tua Untuk Anak, Meneladani Rosulullah
Anak-anak adalah masa depan kita, masa depan bangsa ini yang akan “memakmurkan” bumi ini dengan cinta dan pikirannya. Mendidik anak menjadi keniscayaan – lebih penting dari semua hal. Semangatlah dan menyelam dalam untuk mempersiapkan masa depannya-keshalihannya akan membuat doanya melapangkan kita di alam kubur kelak. Dalam mendidik anak beberapa hal wajib kita teladani dari Rosulullah… Read More ›
Rendah Diri Kolektif
Sungguh saya terispirasi untuk menulis dalam konteks yang lain mengenai judul tersebut setelah membaca buku Positive Parenting Muhammad Fauzil Adhim. Saya awali dengan mengutip tulisannya: Suatu ketika, saya mendapat undangan untuk berbicara pada acara akhirus-sanah-tutup tahun-sebuah madrasah tsanawiyah. Saya diminta untuk memberi mau ‘izhah tentang pendidikan anak. Temanya terserah saya. Sebelum naik mimbar, seperti umumnya… Read More ›
Hal Yang Paling Dicari Manusia
Kita, manusia selalu berusaha untuk memenuhi keinginan dalam hidup kita; ingin sehat, banyak duit, harta berlimpah, usaha/karier terus menanjak dan hidup bahagia. Segala usaha dibarengi doa terus dilakukan untuk mencapai itu. Setelah semuanya tercapai kita tak pernah merasa puas dan terus mencari hal yang kita inginkan lebih baik dan lebih banyak lagi. Kita lupa bahwa… Read More ›
Sepenggal Kisah di Ujung Hidup Fridrich Neitzsche
Suatu hari Nietzsche berjalan menyusuri suatu jalan dimana ia melihat seekor kuda yang berusaha keras untuk keluar dari sebuah parit, bernafas terengah-engah di bawah muatan berat dari sebuah kereta yang terjungkir di atasnya. Nietzsche mengamati si pemilik sedang berusaha memaksa kuda itu agar keluar dari himpitan sehingga ia tidak akan kehilangan muatan keretanya. Binatang itu… Read More ›
Semua Hanya Titipan-Nya
Kamis, 19 Oktober 2017 bakda dzuhur saya berkesempatan ikut menyolatkan jenazah almarhumah Vania Madina Putri Erizal di Masjid Al-Azhar Jakarta. Vania, putri Bang Jon Erizal wafat 18 Oktober 2017 di rumah sakit RSPAD Gatot Soebroto Jakarta sekitar pukul 20.00 Wib. Setelah jenazah disholatkan, oleh pembawa acara, Bang Jon disilahkan memberikan sambutan. Saya takjub, di awal… Read More ›
Timur Leng, Kematian yang Mengalahkannya
Timur Leng-dilahirkan pada 8 April 1336 M/25 Sya’ban 736 H di kota Hijau. Ia adalah anak Taragai, kepala suku Barlas di Uzbekistan, Asia tengah sekarang. Taragai, sang ayah masih keturunan Karachar Noyan, kerabat Jagatai, anak Jengis Khan. Timur Leng, sering disebut sebagai keturunan Jengis Khan. Ia memeluk agama Islam dan menjadi pelindung kaum muslim. Ia… Read More ›
Rumus Sukses: 10.000 Jam
Orang sukses, orang hebat dilahirkan atau ditempa oleh suatu “pelatihan”? Penelitian menunjukkan adanya kaidah 10.000 jam dalam jalan sukses mereka. Hampir selama satu generasi, para psikolog di dunia terlibat dalam perdebatan yang hangat atas sebuah pertanyaan yang tidak bisa diselesaikan bertahun-tahun yang lalu oleh orang awam seperti kita. Pertanyaannya adalah ini: apakah memang ada yang… Read More ›
Bersyukur, Jalan Menuju Takwa
Sering ketika kita ditimpa kesusahan kita merasa apa yang kita usahakan tak ada hasilnya, rasanya doa kita tak ada pengaruhnya…Seringkali ketika kita sakit, itu membuat kita merasa seolah sangat menderita sehingga yang terbersit adalah beban perasaan yang sakit dan menekan… Kegagalan yang kita terima seolah menjadi kehinaan dan membuat apa yang kita usahakan terasa tak… Read More ›
Melawan Politik Uang Dari Kandidat
Sekembalinya perjalanan saya dari Wonosobo, senin 13 Pebruari 2017 saya mampir ke sahabat di Mandiraja, Banjarnegara. Sahabat itu Mas Wahyu Kristiyanto, calon Bupati yang menanti hari pencoblosan 15 Pebruari dengan tawakal.Sebagai sahabat, kedatangan saya yang tak membawa bantuan apa pun ingin berguna untuknya yang sedang berjuang bersama warga Banjarnegara mewujudkan cita-cita mulia. Saya sudah mempersiapkan… Read More ›
Bangkit! Inilah Saatnya Merdeka atau Mati
Oleh: Ustad Bachtiar Nasir “Saya justru senang ketika polisi melarang bus bus di daerah untuk datang ke jakarta… Saya senang ketika aksi 2 desember dihalangi, saya sangat senang dan berterimakasih pada polisi karena itu artinya HANYA ORANG PILIHAN SAJA YANG AKAN SAMPAI JAKARTA..!” 1 mujahid yang ikhlas lillahi ta’ala lebih baik daripada 1 pleton pasukan… Read More ›
Catatan Hati Dahlan Iskan
Jika semua yang kita kehendaki terus kita miliki, darimana kita belajar ikhlas Jika semua yang kita impikan segera terwujud, darimana kita belajar sabar Jika setiap do’a kita terus dikabulkan, bagaimana kita dapat belajar ikhtiar Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata Seorang yang taat pada jalanNya bukan berarti tidak ada kekurangan… Read More ›
Tumbangnya Sekularisme dan Kebangkitan Muslim Turki
(Diringkas dari kanal berita internasional kompas.com) Sejak Mustafa Kemal Ataturk mendirikan Republik Turki pada 1923, dia dengan tegas melarang para perwira militer yang masih aktif berdinas menggeluti politik. Perintah tegas itu kemudian dituangkan di dalam hukum militer nomor 1632 pada 22 Mei 1930. Sejak saat itu, militer Turki memosisikan diri sebagai penjaga sekularisme dan ideologi… Read More ›
Aksi Damai 411, Saya Datang Karena Dibayar
Banyak kejadian yang saya alami dalam aksi damai Jumat 411 itu selalu terkenang. Kami memang merencanakan kehadiran di aksi tersebut jauh-jauh hari bersama jamaah di mushollah kecil kami di bilangan Cipayung Jakarta Timur. Pada aksi sebelumnya jumat 14 Oktober kami juga hadir, meski tak banyak jamaah terlibat dari musholla kami. Aksidamai 411 bagi kami merupakan… Read More ›
Aksi Damai 411: Sejuta Mujahid di Sekitar Istana Tidak Gentar
PART IV Sejuta Mujahid Yang Menyemut di Sekitar Istana Tidak Gentar Sisi Medan Utara dibombardir, setelah sisi Medan Barat berhasil dipukul mundur dengan puluhan tembakan gas air mata. Sekitar 150 mujahid terluka. Bpk Syahrie Oemar Yunan tewas di rumah sakit akibat sesak nafas diserang gas air mata. WA messenger kerap berbunyi. Sejumlah teman bertanya soal… Read More ›
Aksi Damai 411: Hanya Ghirah Islam Yang Mampu Memobilisasi Jutaan Manusia
PART III : Hanya Ghirah Islam Yang Mampu Memobilisasi Jutaan Manusia AM Fatwa, seorang demonstran, bilang aksi damai 4 November adalah pengumpulan massa terbesar. Tidak pernah terjadi di kemelut politik tahun 1966, 1978, 1998. Tidak ada partai di Indonesia sanggup memobilisasi massa sebanyak aksi damai 4 November. Tidak PNI, PKI, Golkar, PDI-P. Apalagi partai gurem… Read More ›
