Anak-anak adalah masa depan kita, masa depan bangsa ini yang akan “memakmurkan” bumi ini dengan cinta dan pikirannya. Mendidik anak menjadi keniscayaan – lebih penting dari semua hal. Semangatlah dan menyelam dalam untuk mempersiapkan masa depannya-keshalihannya akan membuat doanya melapangkan kita di alam kubur kelak.
Dalam mendidik anak beberapa hal wajib kita teladani dari Rosulullah Muhammad Solallaahu Alaihi Wassalam.
Membelai, mengusap dan menciumnya
Perhatian dan kasih sayang Rosulullah kepada anak kecil ditunjukkan dengan membelai, mengusap dan menciumnya. Seperti cerita Ummul mukminin Aisyah, “Rasulullah menciumi Hasan dan Husain di hadapan Al-Aqra bin Habis yang heran, lalu berkata, ‘Ya Rasulullah, saya mempunyai 10 orang anak, tak seorang pun yang pernah aku cium seperti engkau ini.’ Maka, Rosulullah dengan tajam memandangnya seraya berkata, “Siapa yang tidak memiliki rasa rahmat dalam hatinya tidak akan dirahmati Allah.”
Bukhari, Muslim, dan Tirmizi meriwayatkan bahwa sahabat Al-Baraa’ bin Azib berkata, “Aku melihat Rasulullah meletakkan cucunya Hasan di atas bahunya, dan berkata, ‘Ya Allah, aku benar-benar mencintainya maka cintailah dia.”
Mengutamakan kecintaan pada anak–anak
At-Tirmidzi dalam sebuah hadis meriwayatkan bahwa Anas berkata, “Pernah Rasulullah ditanya, ‘Siapakah dari keluargamu yang paling engkau cintai?’ Dengan tegas, Rasulullah menjawab, ‘Al-Hasan dan Al- Husein,’ dan Beliau lalu berkata kepada Fatimah: ‘Panggilah ke mari kedua anakku, Al-Hasan dan Al-Husain.’ Maka, kedua cucu Rasulullah pun datang tertatih- tatih, lalu keduanya dipeluk erat-erat dengan mesranya.
Mengutamakan anak–anak
Dalam buku Rasulullah Manusia tanpa Cela disebutkan, bila dalam sebuah majelis datang seseorang membawa bingkisan berupa buah-buahan misalnya, maka yang pertama kali diberinya adalah anak-anak kecil yang kebetulan ada di tempat itu.
Mengusap pipi anak–anak
Rasulullah juga suka mengusap pipi anak-anak. Hal ini dikatakan oleh Jabir bin Samurah Rodiyallaahu anhu yang menceritakan tentang masa kecilnya. Ia berkata, “Aku pernah shalat bersama Rasulullah SAW. Setelah selesai shalat Beliau keluar ke tempat keluarganya, aku pun keluar bersama Beliau. Beliau tampak menciumi anak-anak dan mengusap kedua pipi mereka satu per satu.”
Respek/menghargai dan Mendoakan anak–anak
Cara Rosulullah dalam memberikan respek kepada anak-anak sampai harus berjongkok ketika mengobrol dengan mereka lalu mendoakanya.
Ummul mukminin Aisyah Rodiyallaahu anha berkata, “Ketika mendatangani anak-anak, Rasulullah jongkok di hadapan mereka lalu memberikan pengertian dan mendoakan mereka.”
Usamah bin Zaid meriwayatkan “(Sewaktu aku masih kecil) Rasulullah pernah mengambil aku untuk didudukkan di paha Beliau, sedang Husain (cucunya) didudukkan di paha Beliau yang lain. Kemudian kami berdua didekapnya, seraya berdoa: ‘Ya Allah, kasihanilah keduanya ini karena aku telah mengasihi keduanya.”
Cinta dan Kasih Sayang yang mendalam
Nabi Muhammad pernah merasakan kesedihan yang sangat mendalam ketika putranya yang bernama Ibrahim wafat. Seperti diceritakan dalam buku 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah SAW, suatu hari Rasulullah dan beberapa sahabatnya berjalan untuk melihat Ibrahim yang sedang sakit bersama ibu susuannya.
Saat melihat putranya, Nabi pun langsung memeluk dan menciumnya. Beberapa saat kemudian para sahabat memasuki kamar Ibrahim. Namun, sayangnya para sahabat tersebut tidak sempat bertemu dengan Ibrahim karena sudah dipanggil oleh Allah SWT.
Kejadian ini pun meninggalkan duka kepedihan yang sangat dalam di hati Rasulullah. Kedua mata beliau terus meneteskan air mata.
Salah satu sahabat, Abdurrahman ibn Auf bertanya, “ Wahai Rasulullah, engkau menangis? Rasulullah pun menjawab, “Sesungguhnya tangisan adalah rahmat. Kedua mata ini menangis ketika hati berduka. Dan tidaklah kami mengatakan apa-apa kecuali apa-apa yang diridhai Tuhan kami. Wahai Ibrahim, kami sungguh berduka dengan kepergianmu.” (Sumber Republika: Tangisan Rasulullah Saat Putranya Wafat, Jumat , 12 Mar 2021, 15:22 WIB)
Selalu memperhatikan keadaan anak-anak
Sikap ini ditunjukkan Rosulullah ketika beliau menjadi imam sholat, yang biasanya beliau memanjangkan bacaan Alquran dalam sholatnya, ketika mendengar anak kecil menangis beliau memendekkannya. Rosulullah bersabda:
“Sedianya shalatku akan kupanjangkan namun apabila kudengar tangisan bayi, terpaksa kusingkat karena mengetahui betapa gelisah hati ibunya.” (diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)
Memperhatikan pendidikan anak-anak
Rosulnya juga sangat memperhatikan pendidikan anak-anak terutama terkait baca tulis yang akan menjadi dasar bagi anak-anak dalam menuntut ilmu yang lebih luas.
Dari buku Sirah Rosulullah- Syaikh Syafiyyurrahman Al Mubarakfuri (Ummul Qura), terjemahan, hal 425 paragraf diketahui bahwa dalam suatu dialog tentang tawanan paska perang Badar, Rosulullah menyetujui pendapat Abubakar Rodiyallaahu anhu untuk mengambil tebusan dari para tawanan.
Adapun nilai tebusannya ada yang 4000 dirham, 3000 dirham, 1000 dirham. Bagi yang tidak sanggup menebus maka mengajari 10 anak-anak Madinah baca tulis hingga mahir.
Tinggalkan komentar