Diterjemahkan dari tulisan Charlotte Edmond, weforum.org
Pendidikan adalah pintu ke masa depan, tapi sayangnya untuk semua pengajaran yang baik di dunia pendidikan, sekolah tidak membekali siswa dengan keterampilan hidup untuk bertahan melewati kerasnya persaingan dunia kerja. Menurut seorang pakar pendidikan. Tony Wagner, co-director dari Harvard Change Leadership Group, anak-anak sekolah saat ini menghadapi “kesenjangan pencapaian global”, yaitu kesenjangan antara apa yang diajarkan oleh sekolah dan keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap siswa yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Hal ini diperburuk oleh dua kecenderungan perubahan dunia: pertama, pergeseran global dari ekonomi industri ke ekonomi pengetahuan, dan kedua, cara di mana anak-anak sekolah hari ini – dibesarkan dengan internet – termotivasi untuk belajar.
Dalam bukunya The Global Achievement Gap, Wagner mengidentifikasi tujuh kompetensi dasar yang dibutuhkan setiap anak untuk bertahan dalam dunia kerja yang akan datang.
1. Pemikiran kritis dan kemampuan pemecahan masalah.
Perusahaan harus dapat terus meningkatkan produk, proses dan layanan agar bisa bersaing. Dan untuk melakukan ini mereka membutuhkan pekerja yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan dapat mengajukan pertanyaan yang tepat sampai ke akar masalah.
2. Kolaborasi antar jaringan dan memimpin dengan pengaruhnya
Mengingat sifat dunia usaha yang saling terkait, kemampuan kepemimpinan dan kemampuan untuk mempengaruhi dan bekerja sama sebagai tim menjadi semakin penting. Dan kunci untuk menjadi pemimpin yang efektif, Ada dua, kata Wagner, yang melibatkan “pemecahan masalah kreatif dan membuat kerangka kerja yang jelas”.
3. Learnability dan kemampuan beradaptasi
Kemampuan untuk beradaptasi dan mengambil keterampilan baru dengan cepat sangat penting untuk kesuksesan: pekerja harus dapat menggunakan berbagai alat untuk memecahkan masalah. Ini juga dikenal sebagai “learnability”, keterampilan yang dicari di antara kandidat kerja, atau kemampuan memetakan skill calon pekerja.
4. Inisiatif dan kewirausahaan
Tidak ada salahnya mencoba: seringkali orang dan dunia bisnis cenderung tak mau mengambil risiko. Ini hal yang salah. Lebih baik mencoba 10 hal dan berhasil dalam delapan daripada mencoba lima dan berhasil semuanya. Artinya diperlukan keberanian mencoba dan mengambil resiko.
5. Komunikasi lisan dan tulisan yang efektif
Ketidakmampuan mengemukakan gagasan dan berpikir ulang untuk mengartikulasikan pemikiran mereka merupakan keluhan umum yang Wagner temukan dari para pemimpin bisnis. Di dunia kerja tak banyak orang muda yang mampu menggunakan tata bahasa dan tanda baca dengan benar, bahkan kesulitan berkomunikasi secara verbal, tulisan ataupun saat presentasi. “Jika Anda memiliki ide bagus tapi Anda tidak bisa mengkomunikasikannya, Anda akan tersesat,” kata Wagner.
6. Mengakses dan menganalisa informasi
Banyak karyawan harus berurusan dengan sejumlah besar informasi setiap hari: kemampuan untuk menyaringnya dan menarik yang relevan adalah sebuah tantangan. Terutama mengingat seberapa cepat informasi bisa berubah.
7. Keingintahuan dan imajinasi
Keingintahuan dan imajinasi inilah yang mendorong inovasi dan menjadi kunci pemecahan masalah. “Kita semua lahir penasaran, kreatif dan imajinatif,” kata Wagner. “Rata-rata anak berusia empat tahun itu mengajukan seratus pertanyaan setiap hari. Tetapi pada saat anak berusia 10 tahun, dia cenderung lebih memperhatikan jawaban yang benar daripada mengajukan pertanyaan yang bagus.
“Sebagai guru dan orang tua kita harus terus menghidupkan rasa ingin tahu dan mengembangkan imajinasi sang anak, sampai batas tertentu ia puas dengan keadaannya.”
Tinggalkan komentar