Salah satu tema berulang adalah bahwa di dunia maya, ukuran tidak begitu penting. Teknologi mendayakan semua pihak dan memungkinkan pemain kecil untuk berdampak besar. Dan pemain-pemain ini tidak perlu dikenal secara resmi. Di masa yang akan datang, mungkin saja pemerintah virtual akan tercipta dan akan mengguncang lanskap online pemerintah fisik.
Ada ratusan gerakan separatis yang damai ataupun menghalalkan kekerasan di dunia sekarang dan itu akan tetap ada di masa depan. Hal ini didorong bebagai sebab yang muaranya adalah soal ketidakadilan atau motif kekuasaan yang memang selalu menjadi alasan pada sebagian besar gerakan sparatisme. Gerakan separatis juga didorong oleh diskriminasi etnis atau agama. Diskriminasi tersebut juga berlangsung di dunia maya.
Di dunia fisik, diskriminasi bisa ditemukan pada berbagai perilaku kekuasaan atas nama undang-undang dan hukum untuk menindas kelompok tertentu. Bahkan melakukan penangkapan dan penahanan dengan klausul hukum yang tidak jelas. Diantara mereka dihukum dan dibunuh dengan tuduhan atas nama gangguan terhadap keamanan negara. Hampir semua cara ini akan merambah dunia maya, apalagi bila ada teknologi yang membantu rezim memantau, mengusik, dan mengincar kelompok yang ditekan oleh kekuasaan.
Dewasa ini kelompok-kelompok semacam ini memilih untuk mengadakan perlawanan di dunia maya. Meski ini cara yang tidak sah sebagaimana perlawanan yang dijamin hukum, peluang menegakkan kedaulatan di dunia maya terbukti, dalam beberapa kasus terbaik, sebagai langkah penting menuju status negara resmi, atau dalam kasus terburuk, kekacauan yang menimbulkan konflik sipil yang morat-marit, penduduk Kurdi di Iran, Turki, Suriah, dan Irak- empat negara yang menjadi pusat persebaran mereka dengan membangun web Kurdi sebagai cara memperoleh semacam kebebasan virtual. Kurdistan Irak terlihat otonom, sehingga upaya mereka dapat dimulai di sana, orang Kurdi dapat mendirikan domain papan atas (misalnya, http://www.yahoo.com krd), dengan “krd” sebagai singkatan Kurdistan dengan mendaftarkan domain dan mendasarkan servernya di negara yang netral atau mendukung. Lalu, mereka bisa melakukan gerakan apapun atas nama kebebasan melalui konten-konten yang mereka sebar di web mereka.
Status negara resmi di dunia maya akan lebih daripada sekadar sikap dan nama domain. Proyek-proyek lainnya juga dapat memperkukuh kehadiran Kurdi di dunia maya. Dengan upaya cukup, web Kurdi dapat menjadi versi tangguh internet negara virtual, apalagi bahasa Kurdi yang digunakan. Dari sana, orang Kurdi atau simpatisan dapat mengembangkan aplikasi, basis data, dan kegiatan online lainnya untuk mendukung pergerakan komunitas virtual Kurdi dalam memperjuangkan kedaulatan.
Sama seperti upaya separatis untuk bergerak menuju status negara fisik yang biasanya ditentang habis-habisan oleh negara induk, kelompok ini pun akan menuai perlawanan yang sama pada manuver online mereka. Terciptanya Chechnya virtual dapat mempererat solidaritas pendukungnya di wilayah Kaukasus, tapi tentu memperparah hubungan dengan pemerintah Rusia, yang akan menganggap gerakan itu pelanggaran pada kedaulatannya. Kremlin menanggapi provokasi maya tersebut dengan tindakan tegas di dunia nyata, menurunkan tank dan tentara untuk menumpas keributan di Chechnya.
Bagi orang Kurdi yang tersebar di beberapa negara, risiko itu lebih berat lagi karena kampanye kenegaraan Kurdi akan menuai pertentangan dari seluruh kawasan Timur Tengah. Beberapa negara di kawasan itu tidak dihuni orang Kurdi tapi mungkin takut dengan efek stabilitas yang terganggu. Mereka akan berupaya penuh menghancurkan lembaga virtual Kurdi melalui intervensi cyber tingkat rendah dan spionase, seperti serangan cyber, kampanye disinformasi, dan penyusupan. Warga dilapangan tentu akan menanggung pukulan terberat. Pemerintah akan terbantu, oleh melimpahnya data yang mereka hasilkan. Orang-orang yang terlibat atau mendukung negara itu ditemukan. Hanya segelintir gerakan separatis dengan dukungan sumber daya serta dukungan internasional yang mampu menandingi level serangan balik itu.
Menyatakan negara virtual merdeka akan menjadi kejahatan yang dianggap makar, bukan hanya di wilayah bergolak melainkan jug hampir di semua tempat.
Sumber tulisan: The New Digital Age-Eric Schmid & Jared Cohen Gambar: ayopreneur.com
Tinggalkan komentar