Hidup Bermanfaat

Melawan Politik Uang Dari Kandidat

Sekembalinya perjalanan saya dari Wonosobo, senin 13 Pebruari 2017 saya mampir ke sahabat di Mandiraja, Banjarnegara. Sahabat itu Mas Wahyu Kristiyanto, calon Bupati yang menanti hari pencoblosan 15 Pebruari dengan tawakal.Sebagai sahabat, kedatangan saya yang tak membawa bantuan apa pun ingin berguna untuknya yang sedang berjuang bersama warga Banjarnegara mewujudkan cita-cita mulia. Saya sudah mempersiapkan kalimat pendek untuknya-sebagai pamungkas dimana seorang calon harus menghadapi hari-hari penuh gejolak, pencoblosan.

Suasana di rumah Mas Wahyu yang terletak di jalan raya Mandiraja sore menjelang magrib itu dengan balutan hujan sedang, membuat saya kagum. Setibanya saat magrib para tamu yang menunggu tuan rumah, yaitu Mas Wahyu Kristianto secara kompak sholat berjamaah. Hati saya bergumam: ini pendukung yang menguatkan, subhannallah! Jarang suasana seperti itu ditemukan di hajatan orang nyalon pilkada.

Setelah cukup lama menunggu-sekitar 3 jam kami berkesempatan duduk bareng, Mas Wahyu tiba di rumahnya, sholat magrib dan langsung melayani tamu-tamu yang sudah lama menunggu, termasuk saya. Di meja kami berkumpul Ketua DPC PDI Perjuangan Banjarnegara, Mas Budi, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, Ibu Ruwiyati, Mas Amin, anggota DPRD Prop. Jateng dari PAN dan beberapa tim pemenangan inti.

Situasi malam itu memang genting, menghadapi opini, issue dan kabar basis-basis pendukung WahyuSae digempur oleh politik uang. Diantara pelaku sudah tertangkap dan diproses di kepolisian. Pelakunya untuk memenangkan calon yang kondang banyak duit dan sangat berambisi. Mas Wahyu menerima berbagai laporan dan usulan untuk melakukan serangan balik bahkan ada beberapa pendukung fanatik yang rela patungan untuk berswadaya melakukan serangan…Tanpa terduga, dengan yakin dia memberikan tanggapan: “Kita ini sejak awal pencalonan banyak ditunjukkan hal yang tidak rasional-suatu kemudahan yang tiba-tiba datang karena kepasrahan dalam ihtiar kita kepada Allah. Coba ingat, bagaimana kampanye akbar yang dihadiri puluhan ribu warga tanpa kita memberi uang saku, Allah berikan kesejukan dengan suasana mendung yang begitu nyaman. Perjalanan suci ini jangan kita kotori, ayo kita hadapi pilkada dengan gembira, saya tidak mau gara-gara pilkada Tuhan saya berubah menjadi uang. Dalam rasionalitas dan hati saya, politik uang itu tak diperlukan…Allah yang berkuasa atas segalanya. Yang terpenting semua pendukung kompak, jaga keyakinan, tanpa politik uang, kemenangan sudah dekat!

Mendengar itu, kata-kata yang sudah saya siapkan tak akan saya ucapkan kepadanya. Saya berkeyakinan dan bertawakal pada Allah swt bahwa WahyuSae insya Allah akan ditolong oleh Allah karena kerja keras para timnya yang dipandu keyakinan yang kokoh akan kuasa Allah swt oleh Calonnya Wahyu Kristianto…

Dalam suasana malam yang semakin syahdu di bawah hujan lebat, saya berpamit meninggalkan seorang guru pelaku: Wahyu Kristianto…

Jakarta, 14 Pebruari 2017

Tagged as: , , ,

Categorised in: Berita Terkini, Inspirasi

Tinggalkan komentar