Hidup Bermanfaat

Pesan Dari Konstantinopel: Sholat Jumat Yang Merubah Sejarah

Tahukah anda, sholat Jumat termegah dan terpanjang pernah terjadi pada tahun 1453 dilakukan oleh Sultan Muhammad Al Fath. Termegah karena sholat itu dilakukan di jalan menuju konstatinopel dengan jamaah yang membentang sepanjang 4 km dari Pantai Marmara hingga Selat Golden Horn di utara,

Sholat jumat tesebut terjadi 1.5 KM di depan benteng Konstantinopel, dalam proses Penaklukan Konstantinopel oleh Sultan yang kemudian mengakhiri sejarah Kekaisaran Byzantium dan menjadi cikal bakal kekhalifahan Usmaniyah.

Penaklukan Konstantinopel merupakan pembuktian atas kabar gembira “Bisyarah” atau nubuwat yang disampaikan oleh Rasulullah kepada sahabat sahabatnya, bahwa negara adidaya seperti Romawi akan dapat dikalahkan oleh kaum Muslimin.

Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah?

Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel. (HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)

Sholat jumat termegah di jalanan, yang menghantar umat membuka lembaran baru nubuwat Rasul dalam penaklukan konstaninopel. (dikutip dari Eramuslim.com)

Esok, Jumat 2 Desember 2016 umat Islam Indonesia yang datang dari berbagai pelosok negeri ini berkumpul di Monumen Nasional (Monas) Jakarta untuk melaksanakan aksi super damai 212. Aksi dengan tuntutan tunggal : penegakan hukum yang tegas dan memenuhi rasa keadilan umat islam terhadap tersangka penista agama Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Rangkaian kegiatan dalam aksi super damai 212 meliputi dzikir, membaca al-quran, tausiyah para ulama dan sholat jumat.

Memantau berita di media on line dan media sosial, insya Allah sholat jumat yang akan berlangsung di silang monas dengan jamaah dari seluruh Indonesia bahkan beberapa negara tetangga tersebut, akan menjadi sejarah penting. Berbagai peristiwa dan kejadian yang mengiringi aksi super damai 212 telah menyentakkan kesadaran publik terutama umat islam. Peristiwa perjalanan kafillah dari Ciamis, penghadangan massa yang datang dari berbagai daerah oleh aparat keamanan dan fitnah-fitnah yang ditujukan kepada gerakan ini tidak menyurutkan semangat ummat untuk datang ke Jakarta. Semoga ini menjadi momentum kebangkitan dan penyadaran bagi kita semua untuk menengok pada fakta sejarah bahwa ghirah keislaman akan mampu menumbuhkan militansi dan keberanian dalam sikap tegak melawan kesewenag-wenangan. Sejarah dalam berbagai perlawanan terhadap penjajah di masa lalu menjadi bukti bahwa islam dan pemeluknya di Indonesia adalah asset penting bagi bangsa dan Negara ini.

Tagged as: , , , ,

Tinggalkan komentar