Banyak kejadian yang saya alami dalam aksi damai Jumat 411 itu selalu terkenang. Kami memang merencanakan kehadiran di aksi tersebut jauh-jauh hari bersama jamaah di mushollah kecil kami di bilangan Cipayung Jakarta Timur. Pada aksi sebelumnya jumat 14 Oktober kami juga hadir, meski tak banyak jamaah terlibat dari musholla kami.
Aksidamai 411 bagi kami merupakan suatu panggilan yang mengetuk-ngetuk hati. Kehadiran orang-orang di aksidamai 411 itu penuh suka cita, tercermin dari raut wajahnya dari semangatnya dari langkahnya juga dari pengorbanannya.
Pengorbanan saya tidaklah sebanding jika mendengar tuturan sahabat yang bertemu di lokasi. Mereka datang dari berbagai pelosok tanah air, melintasi lautan dan pulau karena keterpanggilan…Sahabat yang datang dari Aceh, Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara berapa hari mereka telah meninggalkan rumah dan keluarganya untuk berkumpul di tempat yang sama; Masjid Istiqlal lalu berjalan menuju Istana Presiden….
Saya mendengar banyak komentar termasuk dari mereka yang seagama…aksi ini dibayar.. aksi ini hanya dilakukan oleh orang yang pikirannya sakit dan tidak jernih. Aksi ini rasis. Aksi ini ditunggangi kepentingan politik. dan seterusnya komentar nyinyir…..
Komentar itu semuanya benar.
Ya, saya datang karena dibayar, dibayar oleh suatu keyakinan agama, dibayar oleh panggilan untuk membela kitab suci yang membimbing saya dan milyaran manusia di muka bumi ini berada pada peradaban yang agung, saling mengasihi sesama dan hidup bermartabat.
Ya saya datang karena pikiran yang sakit dan tidak jernih karena saya dimabuk oleh cinta Illahi yang penuh gelora…Cinta yang membuat saya buta, cinta yang menanamkan keyakinan tentang arti sebuah perjuangan dan jihad di Jalan Allah, cinta yang membuat saya tak lagi terasa lelah dan sedih, cinta yang selalu menghadirkan ketentraman dan keberanian untuk kebenaran…pikiran saya tidak jernih karena telah dipenuhi oleh hasrat menggebu tentang panggilan Allah….
Ya, aksidamai411 itu memang rasis. Rasis terhadap suku, agama, dan golongan apapun yang telah menghina kitab suci Alquran. Bagi saya apa pun ras nya bila seseorang telah menghina dan melecehkan Alquran wajib untuk diperangi, wajib hukumnya bagi seorang muslim untuk membela Alquran. Ya, aksidamai411 itu memang gerakan politik. Gerakan politik untuk tegaknya hukum bagi penista agama, gerakan politik untuk melawan kesombongan penguasa yang melindungi penista agama, gerakan politik untuk meruntuhkan kekuatan yang mencoba untuk menghinakan Islam, menghinakan alquran….
Peneguhan tersebut terdorong suasana batin dalam kerumunan jutaan manusia yang menyemut dan menyampaikan satu tuntutan: Penegakan hukum bagi Basuki Tjahya Purnama (AHOK) yang telah menistakan kitab suci Alquran….
Jumat yang cerah itu udara Jakarta sebenarnya panas, namun tidak bagi kami. Dalam terik matahari pas di atas kepala kami menunaikan sholat jumat di jalanan. Masjid Istiqlal, masjid terbesar di asia tenggara itu tak dapat menampung jamaah…. Hari itu di sekeliling istiqlal bagai oase musim haji di masjidil haram yang menakjubkan…semua orang bertakbir memenuhi panggilan Allah SWT….
Tinggalkan komentar