Hidup Bermanfaat

Tax Amnesty dan Perang Tagar

Pelaksanaan Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty, hari-hari ini menimbulkan keresahan di masyarakat. Kemarin, selasa 30 Agustus 2016, tanda pagar (tagar) #StopBayarPajak mencapai top trending topic di media sosial twitter sebagai reaksi netizen atas beredarnya berita bahwa tax amnesty diberlakukan kepada kalangan masyarakat menengah ke bawah. Netizen menilai bahwa penerapan tax amnesty dianggap salah sasaran.Tujuan awal diberlakukannya UU tentang tax amnesty adalah diperuntukkan bagi mereka para kakap yang mengemplang pajak dengan melarikan hartanya ke luar negeri (capital out flow). Sehingga bila para pengemplang itu diberi kesempatan untuk pengampunan pajak, maka pemerintah memprediksikan akan ada tambahan pendapatan negara dari program tersebut 100 Triliun rupiah lebih. Selain itu juga akan terjadi repatriasi harta/modal ke Indonesia (capital in flow) yang bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan investasi bagi pembangunan infrastruktur.

Pelaksanaan Tax Amnesty kini sedang berjalan, sepertinya target yang dipatok pemerintah akan jauh panggang dari api alias susah untuk dicapai. Menanggapi keresahan yang terjadi di masyarakat, Presiden Jokowi berulang-ulang menegaskan tentang tujuan pengampunan pajak hanya bagi mereka para pengusaha dan orang kaya yang kurang taat dalam membayar pajak. Bukan untuk petani, buruh dan pensiunan. Tetap saja opini sudah bergulir….

Hari ini, rabu 31 Agustus 2016, sepertinya pemerintah mengerahkan semua “pasukannya” untuk membalikkan opini dengan tagar #SayaBayarPajak. Tagar ini seharian di top trending tiga besar di Twitter. Sepertinya mahal biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk memperbaiki dan meluruskan opini bias tentang tax amnesty yang telah beredar di masyarakat. Andai saja pemerintah mempersiapkan pelaksanaan tax amnesty dengan langkah yang terukur dan tidak grasah-grusuh tentu hasilnya bisa terukur pula. Memang tax amnesty terkesan berawal dari asumsi tanpa pijakan data. Pemerintah masih punya waktu kok…. Kita tunggu hasil akhirnya. Semoga indah pada waktunya.

Tagged as: ,

Tinggalkan komentar