Hidup Bermanfaat

Menunggu “Tendangan” Kurniawan Dwi Yulianto

Kongres Luar Biasa (KLB) Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) yang berlangsung di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, pada tanggal 3 Agustus 2016 yang lalu menghasilkan beberapa keputusan diantaranya menggelar Kongres untuk Pemilihan Ketua baru yang akan dilaksanakan pada 17 Oktober 2016 mendatang. Keputusan ini didesak oleh para pemilik suara menyusul kasus hukum yang membelit La Nyalla Mattalitti, ketua umum PSSI yang terpilih lewat KLB Surabaya, April tahun lalu. Selain memilih ketum baru PSSI, kongres pemilihan yang akan berlangsung di Makassar nanti juga akan memilih ulang anggota-anggota komite eksekutif (Exco) PSSI.

Usai KLB digelar sontak bursa calon Ketua Umum PSSI sudah mulai ramai diperbincangkan di public baik melalui media massa maupun media sosial. Beberapa nama yang diperbincangkan untuk menahkodai PSSI, antara lain Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, Pengusaha Muda Erwin Aksa, mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan legenda sepak bola Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto.

Nama Kurniawan belakangan ini santer setelah Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) melalui Presidennya, Ponaryo Astaman secara terang-terangan mengusung Kurniawan untuk maju menjadi Ketua Umum PSSI. Ini adalah sejarah baru bagi persepakbolaan tanah air, dimana mantan seorang pemain professional bertarung membawa “proposal” pengelolaan sepak bola Indonesia. Tentu banyak catatan masa lalu yang ingin diperbaiki maupun diperbuatnya demi kejayaan sepak bola Indonesia.

Sebagaimana pemilihan pucuk pimpinan sebuah organisasi besar seperti PSSI, jalan menuju kesana tidaklah mudah. Setelah sampai di puncak untuk mewujudkan semua impian itu juga perlu kekompakan dan visi besar bagi kejayaan sepak bola Indonesia. Sebagai mantan pemain professional Kurniawan memiliki pengalaman berlatih, bergabung di klub dan system perekrutan pemain nasional dan mungkin juga merasakan tak berkutik di bawah ketiak mafia bola. Sepak bola kini tidak saja sebuah permainan olah raga biasa. Sepak bola sudah menjelma menjadi industry dan sangat lekat dengan kepentingan politik yang kadang membelenggu. Kurniawan harus punya tim untuk memetakan semua persoalan yang akan menjadi tantangannya. Memang, Kurniawan belum terpilih, pendaftaran calon ketua umum baru akan dibuka pada 22 Agustus esok hari, namun jika benar Kurniawan ingin membawa harapan baru yang mewakili teman-temannya di APPI kita pun sebagai masyarakat Indonesia akan mensupport. Kita semua cinta sepak bola dan punya impian PSSI tampil di piala dunia. Apakah Kurniawan akan terus melaju? Semoga dia seperti striker di tengah lapangan hijau yang terus berusaha untuk menendang bola ke gawang lawan…..

Tagged as: ,

Tinggalkan komentar