Harapan menuntun langkah kita untuk tetap optimis. Dengan harapan itu kita menjadi hidup…. Bagaimana jadinya jika sekeping hidup ini sudah tak ada harapan? Substansi dari hidup sudah mati. Sudah tidak menyala… Tiada lagi kobaran….
Sebagai penuntun arah harapan, yang bisa mekar dan makin kaya itu dengan impian. Impian berbeda dengan mimpi. Secara rasa bahasa impian adalah visi. Gelora yang disimpan laksana dinamit yang terus menerus dikuatkan energinya dengan usaha tak kenal lelah, doa penuh keyakinan dan pada saatnya diledakkan menjadi harapan yang mewujud. Impian adalah hidup yang dipertaruhkan. Siapa pun yang bertaruh-dengan keberanian, dia ingin menang. Kalah pun dihadapi dengan berani.
Ukuran impian itu besar atau kecil, tinggi atau biasa-biasa saja yang mengukur adalah diri kita bukan orang lain. Sebab yang tahu akan keyakinan dicanangkannya suatu impian adalah diri kita. Lalu, untuk menjadi orang paling hebat dan sukses dalam impian kita tetaplah bangun impian, kerjakan semua hal yang menjadikan impian itu sampai pada kenyataan..
Tinggalkan komentar