Beberapa hari ini media on line dan media sosial ramai memperbincangkan tentang Rio Haryanto. Pembalap Formula 1 Indonesia asli Solo Jawa Tengah ini memang sejak memulai debutnya bersama Tim Manor asal Inggris selalu menjadi perhatian publik. Bagi Indonesia, keikutsertaan Rio di F1 membawa harapan dan kebanggaan yang tiada henti. Balapan demi balapan terus diberitakan-meski penampilan Rio masih belum memuaskan tapi publik terus mendukung, ini bisa dilihat kicauan para netizens di media sosial.
Saya merasakan upaya berat Rio Haryanto, keluarga dan sponsor untuk ikut di F1. Bagi kebanyakan pembalap mobil, F1 adalah puncak balapan yang mempesona. Di sana teknologi canggih, para pesohor dunia balap, selebritas yang glamour, sponsor bonafid dan atribut ultra prestisius melekat. Dunia F1 adalah raja balap tersohor berkumpul. Dan Rio Haryanto telah mencicipinya. Dan kita semua orang Indonesia pernah merasakan degupan jantung yang aneh saat nonton F1-menunggu Rio membuat kejutan.
Kini F1 musim 2016 akan terus berlangsung tanpa Rio Haryanto, pemuda kalem dan selalu ceria di depan publik meski di dera banyak persoalan selama bergabung di F1. Cerita Rio adalah diskripsi tentang kebanyakan pemuda Indonesia yang syarat prestasi dan semangat untuk membawa harum nama bangsa, namun harus kandas karena dukungan materi, dukungan lainnya termasuk political will jadi masalah.
Saya mengapresiasi dan penuh respek dengan sikapmu Rio, dalam menghadapi semua yang terjadi. Kamu tidak sendirian. Kesabaran Ibunda Rio Haryanto, Ibu Indah Pennywati menjadi inspirasi bagi para Ibu Indonesia. Rio Haryanto adalah semangat, pelajaran dan kesabaran untuk puncak prestasi yang tidak terbatas.
Rio, tempatmu bukan di Manor Racing, tim yang akan terus mengecewakanmu karena mobilnya yang selalu bermasalah. Tataplah, Scuderia Ferrari, Mclaren atau Mercedes AMG itu lebih pas dan akan membawamu juara dunia….
Terimakasih Rio Haryanto, perjalananmu penuh gelora, optimis dan selalu menginspirasi….
Tinggalkan komentar