Hidup Bermanfaat

MANDELA’S LEGACY

Nelson Mandela adalah salah satu pemimpin moral dan politik yang besar dari masa kita: seorang pahlawan internasional yang dedikasinya seumur hidup pada perjuangan menentang penindasan rasial di Afrika Selatan, Membuat dia meraih hadiah nobel perdamaian dan memperoleh jabatan presiden di negaranya.

Setelah pembebasannya yang gemilang di tahun 1990 dari jeruji besi penguasa, lebih dari seperempat abad Ia berada di pusat drama politik dunia yang paling penting dan menginspirasi sebagai presiden Africa National Congress dan pemimpin gerakan anti aphartheid afrika selatan, Ia sangat berperan dalam mendorong negara itu ke arah pemerintahan multi rasial dan pemerintahan mayoritas. Ia dihormati di seluruh dunia sebagai kekuatan vital dalam perjuangan untuk hak-hak asasi manusia dan kesejajaran rasial.

Nelson Mandela yang memiliki nama lengkap Nelson Rolichlahlah Mandela memiliki kisah hidup yang penuh dengan kepahlawanan yang sangat menginspirasi, dan diketahui oleh kalangan masyarakat dunia. Ia adalah anak pungut seorang kepala suku Tembu, dibesarkan di budaya kesukuan tradisional para pendahulunya tetapi pada usia muda ia mempelajari kenyataan modern yang tidak bisa dihindarinya yang kemudian dinamakan Aphartheid, salah satu sistem penindasan paling kuat dan efektif yang pernah diciptakan. Sebelumnya, Ia adalah mahasiswa yang sangat miskin di Johanesberg. Pertumbuhan kesadaran politiknya lambat. Namun kemudian Ia memiliki peranan yang penting bagi kelahiran kembali ANC yang mandek, dan dalam pembentukan liga muda ANC pada dekade 1990an. Ia juga mampu menyelaraskan kegiatan politiknya dengan kesetiannya pada keluarga. Ia belajar dari keruntuhan pernikahan pertamanya yang menyakitkan dan perpisahannya dengan anak-anak.

Dalam perjalanan hidupnya, dalam perannya sebagai aktifis politik yang bergabung di ANC, dan menentang kebijakan politik pemerintah yang rasialis, mengakhiri petualangannya sebagai seorang pemimpin politik bawah tanah dan berujung di sidang refonia terkenal di tahun 1994 dimana ia dihukum penjara seumur hidup. Selama 27 tahun dipenjara yang penuh peristiwa itu dan negosiasi-negosiasi rumit dan sulit yang membawa pada pembebasannya dan menjadi awal dari berakhirnya Aphartheid.

Pada akhirnya ia mampu memberikan pandangan paling mendalam bagi peristiwa-peristiwa setelah ia dibebaskan. Ia menjadi bapak kebebasan bagi demokrasi Afrika Selatan yang multi rasial itu. Bagi jutaan orang di seluruh dunia Nelson Mandela adalah lambang, seperti belum pernah sebelumnya sebagai kemenangan kehormatan dan harapan diatas keputusasaan dan kebencian, kemenangan disiplin diri dan cinta atas penindasan dan kejahatan. Dia bukan seorang pendendam, bahkan salah satu legacy yang ia tinggalkan adalah ketika ia memenangkan pemilu multi rasial pertama dan mengantarkannya menjadi Presiden, ia mengampuni seluruh musuh-musuhnya. Dan membuka babak baru negara Afrika Selatan. Ia menyelesaikan periode kepresidennya hanya satu periode, meskipun begitu besar kesempatannya untuk terpilih kembali menjadi presiden. Seperti dikatakannya: “Tetapi saya menemukan rahasia bahwa kalau telah mendaki bukit yang tinggi, seseorang hanya akan menemukan bahwa banyak lagi bukit yang harus didaki. Saya telah memberikan kepada saya waktu untuk beristirahat di sini, untuk mencuri pandang pada pemandangan luar biasa indah yang mengelilingi saya, untuk melihat kembali pada jarak yang telah saya jalani……” Selamat jalan Mandela…………..(disadur dari Otobiografi Nelson Mandela)

Oleh : Azis Subekti

Categorised in: Inspirasi, Menggugah

Tinggalkan komentar